Breadcrumb Abstract Shape
Breadcrumb Abstract Shape
Breadcrumb Abstract Shape

Suara seorang mahasiswa keperawatan dari Purwokerto menggema di panggung internasional—membawakan visi tentang masa depan digitalisasi dalam pelayanan kesehatan, dan pulang membawa predikat Juara Utama 2.

Radhitya Arlang Saputra, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Strata Satu (S1) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, berhasil meraih predikat Juara Utama 2 pada ajang 5th AIPNEMA International Student Innovation Competition 2025 dalam kategori Speech Competition (Lomba Pidato).

Berbeda dengan kategori essay yang mengandalkan kemampuan menulis, lomba pidato menuntut peserta untuk menyampaikan ide, argumentasi, dan visi secara lisan di depan dewan juri dan audiens. Kemampuan public speaking, penguasaan materi, ekspresi verbal dan non-verbal, serta kepercayaan diri menjadi modal utama yang harus dimiliki setiap peserta. Radhitya berhasil menunjukkan semua komponen tersebut dengan memukau.

Dengan tema kompetisi “Amplifying Care with Digitalization”, Radhitya menyusun dan menyampaikan pidato yang mengangkat peran digitalisasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan. Tema ini sangat relevan dengan perkembangan dunia kesehatan contemporary, di mana transformasi digital telah menjadi kebutuhan mendesak yang harus diadaptasi oleh seluruh lini pelayanan kesehatan—termasuk keperawatan.

Bimbingan Strategis dari Ns. Ninuk Angelia

Di balik penampilan percaya diri Radhitya di atas panggung, terdapat proses persiapan yang panjang dan intensif bersama Ns. Ninuk Angelia, S.Kep., M.Kep. selaku dosen pembimbing. Persiapan lomba pidato memiliki tantangan tersendiri dibandingkan kategori essay—selain menyusun naskah yang kuat secara substansi, peserta juga harus mengasah teknik deliveri, intonasi, bahasa tubuh, dan kemampuan menghadapi tekanan di atas panggung.

Ns. Ninuk Angelia mendampingi Radhitya melalui serangkaian sesi latihan yang komprehensif: mulai dari riset mendalam tentang topik digitalisasi dalam keperawatan, penyusunan struktur pidato yang persuasif, simulasi presentasi berulang kali, hingga evaluasi dan perbaikan performa. Pendekatan bimbingan yang holistik ini memastikan Radhitya tidak hanya memiliki materi yang bagus, tetapi juga mampu menyampaikannya dengan cara yang memukau audiens dan juri.

Mengapa Lomba Pidato Penting bagi Mahasiswa Keperawatan?

Pencapaian Radhitya membuka perspektif baru tentang pentingnya keterampilan komunikasi dan public speaking dalam pendidikan keperawatan. Seorang perawat yang mampu berbicara di depan publik dengan percaya diri memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan—baik dalam konteks edukasi pasien, advokasi kebijakan kesehatan, presentasi profesional, maupun diseminasi hasil penelitian di konferensi ilmiah.

Di era digitalisasi yang menjadi tema kompetisi ini, kemampuan komunikasi menjadi semakin krusial. Perawat dituntut untuk dapat menjelaskan konsep-konsep teknologi kesehatan yang kompleks kepada pasien dan keluarga dengan bahasa yang mudah dipahami. Kemampuan ini secara langsung berdampak pada peningkatan patient satisfaction, compliance terhadap pengobatan, dan secara keseluruhan meningkatkan outcome pelayanan kesehatan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *